AMD VS INTEL April 14th, 2007

PC atau Personal Computer, sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia di era modern ini. Baik itu berupa computer desktop, laptop ataupun tablet computer. Salah satu komponen utama PC adalah CPU atau processor dan Core i7 atau AMD Phenom II X4, mungkin lebih familiar di telinga Anda dibandingkan dengan Intel 80286 atau AMD Am286. Padahal nama-nama itu berasal dari “keluarga” yang sama, yaitu “x86”. Untuk menambah wawasan Anda mengenai keluarga besar ini, kita akan membahas “silsilah” CPU x86.

Generasi awal dari CPU dengan arsitektur x86,

Intel 8086

Didesain oleh Intel, dan diperkenalkan kali pertama kepada pasar pada 8 Juni 1978, Intel 8086 menandai kelahiran arsitektur x86. Di dalam chip dengan fabrikasi 3 µm ini, terdapat  29.000 transistor . Jumlah ini, empat kali lipat banyak jika dibandingkan dengan transistor yang terdapat pada Intel 8085, 6500 transistor. Frekuensi Clock pada awal produksi dibatasi pada 5 MHz (IBM PC menggunakan 4.77 MHz), hingga pada versi terakhirnya, spesifikasi meningkat menjadi 10 MHz.

8086 bukanlah chip 16-bit yang pertama ada, karena pada generasi sebelumnya, yaitu pada 8080 dan 8085, kedua microprosessor ini telah mendukung beberapa instruksi 16-bit. Namun 8086 merupakan microprosessor pertama yang mengimplementasikan penuh teknologi 16-bit, baik itu register internal, serta data bus internal dan eksternal, hingga mampu mengalamatkan (memproses) samapi 1 MB memori (2 ²⁰ = 1, 048,576). Walaupun memiliki banyak perbedaan, 8086 tetap mendukung software yang dibuat untuk chip pendahulunya, 8008, 8080, dan 8085.

Intel 8088

Pada tanggal 1 Juni, setahun kemudian Intel merilis Intel 8088 yang merupakan versi ekonomis dari 8086. Spesifikasi 8088 mirip dengan 8086, letak perbedaan mencolok ada pada eksternal data bus dimana 8088 hanya menggunakan 8-bit.

Processor
Tahun dirilis

Clock

Intel 8086

1978

5 MHz - 10 Mhz

Intel 8088

1979

5 MHz - 10 Mhz

Malioboro Street April 14th, 2007

Malioboro adalah jantung kota Jogjakarta yang tak pernah sepi dari pengunjung. Nama Malioboro diambil dari nama seorang Duke Inggris yaitu Marlborough yang pada menduduki kota jogjakarta dari tahun 1811M hingga 1816M.

Sejak zaman dulu, Malioboro telah menjadi pusat kota dan pemerintahan. Berbagai gedung sejarah menjadi saksi perjalanan Malioboro dari sebuah jalanan biasa hingga menjadi salah satu titik terpenting dalam sejarah Jogjakarta. Diantaranya adalah Gedung agung yang didirikan pada tahun 1823M dan merupakan rumah Residen Belanda pada saat itu, Benteng Vredeburg yang merupakan benteng peninggalan Belanda yang didirkan pada tahun 1765M yang kini menjadi museum, Pasar Beringharjo yang merupakan salah satu pasar terbesar di Jogjakarta hingga kini, dan Hotel Garuda yang menjadi tempat para pembesar dan Jendral-Jendral Belanda pada masa itu menginap dan berkumpul selama berada di Jogjakarta. Hingga kini, bentuk bangunannya masih menyisakan berbagai potert kenangan dari kejayaannya pada masa dahulu. Dan masih banyak gedung bersejarah lainnya.

Masih akan berlanjut seputar malioboro.

Tentang Website April 14th, 2007